Senin, 16 April 2012

CC203 PT.TEL
CC203 PT.KAI
Lokomotif CC203 buatan General Electric dengan seri U20C merupakan pengembangan desain dari lokomotif CC201, yaitu pada bentuk kabin masinis ujung pendek yang aerodinamis, serta diperlebar untuk kenyamanan dan mengurangi penumpang liar.
Lokomotif ini bergandar Co'Co'. Artinya adalah lokomotif dengan dua bogie, di mana setiap bogie mempunyai tiga poros penggerak yang masing-masing digerakkan oleh motor tersendiri.
Yang membedakan adalah lokomotif CC203 menggunakan motor diesel dengan dua tingkat turbo charger sehingga dayanya sebesar 2250 HP. Selain itu, kecuali CC 203 31 - CC 203 34, terdapat logo Kementerian Perhubungan di bagian depannya yang merupakan ciri khas yang mencolok pada lokomotif ini sebab pembuatan lokomotif ini selain didanai oleh perusahaan General Electric sendiri juga dibantu dengan dana dari pemerintah melalui Kementerian Perhubungan. Makannya lokomotif ini kebanyakan berlogo DEPHUB bukan PT.KAI.
Indonesia membuat lokomotif ini sejak tahun 1995-2000. Terdiri dari 4 generasi, yaitu:
  • CC203 generasi I (tahun 1995, 12 unit, nomor seri 01-12)
  • CC203 generasi II (tahun 1996-1998, 18 unit, nomor seri 13-30)
  • CC203 generasi III (tahun 1999, 7 unit, nomor seri 31-37)
  • CC203 generasi IV (tahun 2000, 4 unit, nomor seri 38-41)
Lokomotif ini juga ada yang dibeli oleh perusahaan kertas yaitu PT.TEL. Salah satu Lokomotif tsb adalah lokomotif CC203 33 
Sumber tenaga
Diesel elektrik

Perusahaan pembuat General Electric Locomotive Indonesia
Model GE U20C
Tanggal pembuatan 1995-2000
Spesifikasi
Susunan roda AAR C-C
Klasifikasi UIC Co'Co'
Lebar trak 1.067 mm
Panjang 14.135 mm
Lebar 2.642 mm
Berat lokomotif 88 ton
Penggerak utama GE 7FDL-8
Motor traksi 6 buah
Kecepatan maksimum 150 km/jam
Keluaran daya 2250 HP

Posted on 02.49 by Dito

No comments

CC202 Posisi SH
Lokomotif CC 202 adalah lokomotif buatan General Motors, Kanada dengan Generic name sebagai G26MC-2U. Lokomotif CC202 adalah lokomotif terberat di Indonesia yaitu 108 ton dan merupakan saudara kandung lokomotif SD40 di amerika.
CC202 Posisi LH
Lokomotif ini mempunyai spesifikasi teknik dan karakteristik khusus untuk menarik kereta api barang. Armada lokomotif ini hanya terdapat di Sumatra Selatan untuk melayani kereta api pengangkut batu bara. Lokomotif ini berjumlah 48 buah dan berada di Dipo Lokomotif Tanjung Karang (Dipo Induk TNK). Pada bulan April 2003, dipo ini kedatangan 9 buah lokomotif CC202, dan total saat ini menjadi 48 buah.
Lokomotif ini berdaya mesin sebesar 2250 HP namun dibatasi hingga 2000HP dengan susunan gandar lokomotif ini adalah Co' Co'. Artinya, lokomotif ini memiliki dua bogie di mana setiap bogienya memiliki tiga poros penggerak. Pada awalnya didatangkan pada masa PJKA yakni sekitar tahun 1986 dan dibeli langsung dari General Motors, Amerika Serikat. Pada batch awal, CC 202 datang dengan jumlah 15 buah dan langsung ditugaskan untuk kereta babaranjang. Pada awal operasionalnya lokomotif ini menarik 50-60 gerbong babaranjang namun dikurangi hingga 40 gerbong karena alasan mesin. Kemudian pada tahun 1990 dan 1995 diimpor lagi CC 202 berjumlah 18 buah. Kemudian dilanjutkan tahun 2001 sebanyak 4 buah. Lalu tahun 2002 sebanyak 2 buah dan terakhir tahun 2009 sebanyak 9 buah lokomotif dari EMD
Sumber tenaga
Diesel elektrik

Perusahaan pembuat General Motors Diesel - Electro Motive Diesel (EMD)
Spesifikasi
Susunan roda AAR C-C
Klasifikasi UIC Co'Co'
Lebar trak 1.067 mm
Panjang 17.678 mm
Berat lokomotif 108 ton
Penggerak utama GM 16-645E
Motor traksi 6 buah
Kecepatan maksimum 80 km/jam
Keluaran daya 2250 hp

Posted on 00.20 by Dito

No comments

Tragedi Bintaro
Suasana Stasiun SDM
Stasiun Sudimara (SDM) adalah stasiun kereta api kelas III yang terletak di Jombang, Ciputat, Tangerang Selatan. Stasiun ini berada di Daerah Operasi 1 Jakarta, dan terletak antara Stasiun Jurangmangu dan Stasiun Rawabuntu. Stasiun ini memiliki tiga jalur/sepur. Sepur 1 digunakan untuk kereta api yang berjalan menuju Stasiun Serpong. Sepur 2 digunakan untuk kereta api yang berjalan menuju Stasiun Kebayoran. Stasiun ini sudah memiliki peron tinggi. Di stasiun ini juga pernah terjadi insiden yg sangat terkenal yaitu Tragedi Bintaro dimana 156 jiwa melayang. Untuk tempat hunting foto, kamu bisa ambil dimana saja deh.. saya juga belum pernah hunting disana hehehe...
Sekian Seri stasiun kali ini, tunggu yg lainnya yaa...

Posted on 00.05 by Dito

No comments

Senin, 09 April 2012

CC201 Jawa
CC201 DIVRE III SUMSEL
Lokomotif CC201 adalah lokomotif buatan General Electric jenis U18C. Dibanding lokomotif tipe sebelumnya yaitu CC200, maka tipe CC201 mempunyai konstruksi yang lebih ramping dengan berat 84 ton dan daya mesin 1950 HP. Lokomotif ini bergandar Co'Co'. Artinya lokomotif memiliki 2 bogie masing-masing 3 gandar atau 6 gandar penggerak dengan 6 motor traksi, sehingga lokomotif ini dapat dioperasikan pada lintas datar maupun pegunungan. Lokomotif ini banyak juga digunakan di luar negri. Lokomotif ini juga banyak yg tercipta dari hasil rehab dari lokomotif BB203. Umumnya, lokomotif CC201 sama bentuknya dengan BB203, namun tidak untuk di Sumatera Selatan (DIVRE III). Beberapa lokomotif CC201 di sana memiliki bentuk yang sangat mirip dengan CC203  di Jawa. Dari bentuk body memang tidak berbeda, namun dari bentuk eksterior maupun interior kabin CC201 di DIVRE III sangat persis dengan CC203 (wide cab). Lokomotif CC201 yang memiliki eksterior seperti CC203, yaitu CC201 86R, CC201 111R, CC201 120R, CC 201 129R, CC201 130R, CC201 137R. Di Indonesia, saat ini ada 133 dari total 144 unit loko CC201 yang masih beroperasi. Lokomotif CC201 hampir terdapat di semua dipo induk
Spesifikasi:
Sumber tenaga
Diesel elektrik

Perusahaan pembuat General Electric Locomotive Indonesia
Model GE U18C
Spesifikasi
Susunan roda AAR C-C
Klasifikasi UIC Co'Co'
Lebar trak 1.067 mm
Panjang 14.134 mm
Lebar 2.642 mm
Berat lokomotif 78 ton
Motor traksi 6 buah
Kecepatan maksimum 120 km/jam
Keluaran daya 1950 hp

Posted on 22.13 by Dito

No comments

Sabtu, 10 Maret 2012

Suasana Di Sta. RU
Teman-teman, maaf serial stasiun sempat berhenti. Nih, baru mulai lagi.
Kali ini kita akan membahas Stasiun Rawa Buntu. Stasiun ini sebenarnya hanya berjarak 1,3Km saja dari Stasiun serpong. Karna jaraknya yang dekat, dulunya stasiun ini sempat akan dihapuskan. Stasiun ini hanya mempunyai 2(dua) jalur, sama seperti stasiun stasiun lainnya dilintasan Tanah Abang - Serpong, kecuali Serpong, Sudirmara & Kebayoran. Yang naik dari sini kebanyakan pekerja kantoran, umumnya mereka juga punya mobil pribadi, karna mengingat macet, makanya yang parkir di sana kebanyakan mobil-mobil sedan dan SUV. Untuk spot hunting, kamu bisa ambil dari ujung peron atau di ujung stasiun, tapi, kalo mau naek tiang sinyal kayak di PRP silahkan!wkwkwk....
Sekian dulu ya serial stasiun kali ini...Sampai ketemu di serial stasiun yang lain!!
Wassalam.

Posted on 05.15 by Dito

No comments

Rabu, 21 Desember 2011


Stasiun Serpong (SRP), terletak di Cilenggang, Serpong, Tangerang Selatan. Stasiun ini berada di Daerah Operasi 1 Jakarta, dan terletak tidak jauh dari Bumi Serpong Damai. Pada tanggal 4 Juli 2007, Stasiun Serpong diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebagai stasiun percontohan, bersamaan dengan peresmian jalur ganda di stasiun ini. Stasiun ini alwalnya merupakan stasiun akhir untuk KRL Jabotabek, namun sekarang telah di perpanjang menuju Stasiun Parung Panjang. Kalo di Stasiun in, tempat untuk hunting lumayan banyak kok! Kamu bisa ambil foto dari atas gedung Stasiun atau bisa motret bagian atas KRL/Lokomotif dari tangga stasiun. Kalo mau, kamu bisa tracking ke Jembatan Cisadane. Kalo gg mau ribet motret dari peron aja ke arah PJL.

Sekian Dulu Stasiun Edisi Kali Ini. Tunggu Stasiun Edisi Berikutnya Ya??!!

Posted on 00.20 by Dito

No comments

Sabtu, 10 Desember 2011



      Mulai Senin 5 Desember 2011 lalu, PT Kereta Api memberlakukan pola baru rute KRL dengan menggunakan jalur melingkar. Program ini resmi diberlakukan setelah KAI melakukan ujicoba selama empat hari dari 1 Desember hingga 4 Desember 2011.
Berdasarkan ujicoba tersebut, PT KAI menambah satu perjalanan KRL dari Bekasi menuju Jakarta-Kota pada pukul 07.02 WIB serta menambah kereta penghubung Manggarai-Sudirman pagi dan sore masing-masing satu rangkaian, Tanah Abang menuju Serpong pada sore hari, satu kereta.
      "Jadi artinya penumpukan penumpang penumpang kami usahakan dapat dikurangi," ucap Sekretaris Perusahaan PT Kereta Api Commuter Jabodetabek, Makmur Syaheran.
Sebelumnya, Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Tunjung Inderawan menilai, pelaksanaan ujicoba jalur melingkar pada hari pertama berlangsung kacau dan PT Kereta Api belum siap menerapkan pola perjalanan yang baru.
      "Terjadi penumpukan penumpang dan keterlambatan kereta saat uji coba hari pertama sistem loopline kereta rel listrik (KRL) Jabodetabek,” kata Tundjung, akhir pekan lalu (2/12).
Menurut Tunjung sosialisasi pelaksanaan sistem perjalanan melingkar ini masih minim. Dia mengatakan, banyak penumpang kereta api yang belum memahami dari perubahan operasi tunggal menjadi pola melingkar.
        Tunjung berharap PT KAI mempersiapkan sarana dan rencana pelaksanaan sistem jalur melingkar ini dengan baik. Dia mencontohkan dalam hal kesiapan stasiun untuk mendukung secara penuh pelaksanaan pola perjalanan baru ini.
"Dengan menggunakan sistem loopline pengguna KRL yang harus dinamis berpindah kereta. Nah bagaimana pergantian antar peron itulah yang harus di iringi dengan fasilitas yang memadai," katanya.
     Pola perjalanan dengan menggunakan sistem loopline (jalur lingkar) ini tetap memungkinkan masyarakat pengguna KRL Jabodetabek berhenti di setiap stasiun. Hanya saja dengan sistem perjalanan yang baru ini pengguna tidak bisa langsung menuju tujuannya seperti sebelumnya.
Namun dengan implementasi pola melingkar pengguna harus berputar melalui Stasiun Kampung Bandan-Stasiun Duri-Stasiun Tanah Abang dan transit di Stasiun Manggarai terlebih dahulu. Baru kemudian berganti KRL yang menuju Bekasi. 

Posted on 21.19 by Dito

No comments